Demokrasi yang Berintegritas: Transparansi antara Kekuasaan dan Modal

Writer and Copyright:
Dr. Appe Hutauruk, SH., MH.
Dosen Fakultas Hukum Universitas Mpu Tantular
Ketua Umum Komunitas Masyarakat Anti Korupsi
AKTIVIS 1998

Demokrasi yang Berintegritas: Transparansi antara Kekuasaan dan Modal

Proposisi yang secara normatif tidak dapat dikompromikan: pemberantasan korupsi yang sungguh-sungguh efektif tidak dapat dipisahkan dari reformasi mendasar terhadap cara kekuasaan politik dibiayai dan bagaimana relasi antara keuangan swasta dan keputusan publik diatur. Selama pendanaan politik tetap berjalan dalam kondisi yang memungkinkan kepentingan besar membeli akses yang tidak proporsional terhadap proses pembentukan kebijakan, penegakan hukum antikorupsi yang paling gigih sekalipun hanya akan berhasil menangkap cabang-cabang dari pohon korupsi sementara akarnya tetap dibiarkan tumbuh.

Demokrasi yang sehat mensyaratkan lebih dari sekadar pemilihan umum yang diselenggarakan secara berkala dan bebas. Demokrasi yang substantif memerlukan kondisi di mana keputusan-keputusan kebijakan yang dihasilkan oleh proses demokratis benar-benar mencerminkan agregasi kepentingan warga dan bukan sekadar formalisasi preferensi pihak yang memiliki kemampuan finansial untuk mendanai kemenangan elektoral. Transparansi dan akuntabilitas dalam relasi antara kekuasaan dan modal bukan sekadar tuntutan etis yang dapat diabaikan ketika tidak nyaman, melainkan kondisi konstitutif bagi makna demokrasi itu sendiri sebagai sistem pemerintahan yang bersumber dari rakyat dan bertujuan untuk kepentingan rakyat.

Komitmen terhadap reformasi pembiayaan politik adalah ujian nyata bagi ketulusan setiap aktor dalam sistem demokrasi Indonesia tentang komitmennya terhadap pemberantasan korupsi. Aktor yang bersedia mendorong transparansi penuh dalam pembiayaan politik, termasuk yang berpotensi merugikan posisi politiknya sendiri, menunjukkan komitmen yang melampaui retorika. Aktor yang menolak atau menunda reformasi dengan berbagai alasan teknis dan prosedural menunjukkan bahwa kepentingan yang hendak dilindunginya lebih besar daripada komitmennya terhadap demokrasi yang bersih. Pilihan itu, pada akhirnya, adalah pilihan yang akan mencerminkan kualitas demokrasi yang sesungguhnya dimiliki oleh bangsa ini.

Writer and Copyright:
Dr. Appe Hutauruk, SH., MH.
Dosen Fakultas Hukum Universitas Mpu Tantular
Ketua Umum Komunitas Masyarakat Anti Korupsi
AKTIVIS 1998

News Feed