Desain Sistem Pemilu dan Konstruksi Biaya Politik

Writer and Copyright:
Dr. Appe Hutauruk, SH., MH.
Advokat & Dosen Fakultas Hukum Universitas Mpu Tantular
Ketua umum Komunitas Masyarakat Anti Korupsi & Penggelapan Pajak
AKTIVIS 1998

Desain Sistem Pemilu dan Konstruksi Biaya Politik

Relasi antara desain sistem pemilu dan tingkat biaya yang diperlukan untuk memenangkan kursi merupakan relasi yang sangat langsung dan yang memiliki implikasi mendalam terhadap siapa yang dapat berkompetisi secara efektif serta melalui mekanisme apa kompetisi tersebut berlangsung. Sistem pemilu bukan instrumen teknis yang netral — pilihan tentang bagaimana suara diterjemahkan menjadi kursi, bagaimana daerah pemilihan dibentuk, dan bagaimana kandidat dipilih menciptakan struktur insentif yang sangat berbeda dalam hal biaya kompetisi, orientasi pertanggungjawaban, dan dinamika patronase.

Sistem proporsional dengan daftar terbuka yang berlaku dalam pemilihan legislatif Indonesia menciptakan dinamika kompetisi yang sangat spesifik. Dalam sistem ini, pemilih tidak hanya memilih partai tetapi juga secara individual memilih kandidat dalam daftar tersebut, dan kursi dialokasikan kepada kandidat dengan perolehan suara terbanyak dalam daftar partai. Mekanisme ini, yang dirancang untuk meningkatkan koneksi antara pemilih dengan kandidat yang diwakilinya, dalam praktik menciptakan kompetisi berlapis yang sangat mahal: kandidat harus bersaing tidak hanya dengan kandidat dari partai lain, tetapi juga — dan dalam banyak kasus dengan intensitas yang bahkan lebih tinggi — dengan kandidat dari partai sendiri yang berkompetisi untuk kursi yang sama dalam satu daerah pemilihan.

Kompetisi intra-partai yang dihasilkan oleh sistem ini memiliki konsekuensi yang sangat signifikan. Pertama, ia mereduksi relevansi platform partai sebagai basis kompetisi dan meningkatkan relevansi jaringan personal dan kapasitas distribusi manfaat individual sebagai penentu keberhasilan. Pemilih yang memilih dalam sistem daftar terbuka menghadapi ratusan nama dengan rekam jejak yang sulit diverifikasi, dan dalam kondisi informasi yang sangat tidak simetris tersebut, manfaat material yang dapat langsung dirasakan menjadi sinyal yang jauh lebih operasional dari platform kebijakan yang abstrak. Kedua, karena biaya kompetisi intra-partai ditanggung oleh kandidat secara individual — berbeda dari sistem daftar tertutup di mana partai menanggung biaya kampanye secara terpusat — tekanan untuk mencari sumber pendanaan di luar saluran yang transparan dan akuntabel menjadi sangat kuat.

Writer and Copyright:
Dr. Appe Hutauruk, SH., MH.
Advokat & Dosen Fakultas Hukum Universitas Mpu Tantular
Ketua umum Komunitas Masyarakat Anti Korupsi & Penggelapan Pajak
AKTIVIS 1998

News Feed